MTsN 1 KOTA BANDUNG

Unggul Dalam Mutu, Santun Dalam Perilaku, Ikhsan Dalam Pelayanan

Posted by didihermansyah On August - 7 - 2012

PENYUSUNAN RENCANA TINDAKAN

(ACTION PLAN)

MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI I KOTA BANDUNG

 

H. Ali Mursyid, M.M.Pd

Waka Bid Akademik & Perencanaan

Modul  ini berisi tentang mekanisme penyusunan rencana tindakan dan indikatornya  yang akan digunakan oleh  Kepala, Wakil Kepala, Kordinator Dan Penanggung Jawab di Madarsah Tsanawiyah Negeri I Kota Bandung   manejerial skil dalam melaksanakan program percepatan Pencapaian Madrasah unggul .

1. Tujuan  Khusus

      Tujuan khusus penyusunan  rencana aksi atau action plan , yaitu :

  1. Mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman berkaitan dengan kegiatan pengelolaan kurikulum dan pembelajaran, administrasi dan manajemen Madrasah, organisasi kelembagaan Madrasah, sarana dan prasarana,  ketenagaan, pembiayaan, peserta didik , peran serta masyarakat, serta lingkungan dan budaya sekolah.
  2. Menentukan jenis-jenis kegiatan dan indikator penigkatan mutu yang mendapat skala prioritas.
  3. Menganailis kesenjangan mutu dari kondisi yang ada dengang mutu yang menjadi persyaratan tuntutan kebutuhan masyarakat dan lingkungan.
  4. Menetapkan ukuran  pencapaian (target)  peningkatan mutu Madrasah yang diharapkan.
  5. Memilih strategi untuk mencapai sasaran target yang telah ditetapkan
  6. Menentukan sumber daya  (manusia, sarana-prasara, bahan, dana atau sumber lain ) yang dibutuhkan  untuk pelaksaan kegiatan.
  7. Menyusun action plan  percepatan peningkatan mutu Madrasah.

2. Hasil yang diharapkan

      Sebuah action plan pengelolaaan program percepatan peningkatan kualitas:kurikulum dan pembelajaran; administrasi dan manajemen Madrasah, organisasi dan kelembagan, sarana dan prasarana, ketenagaan, pembiayaan ; peserta didik, peran masyarakata serta lingkungan dan dan budaya Madrasah yang jelas, terukur dan realistis sesuai dengan kebutuhan Madrasah.

3.    Alur Kegiatan

 

4.   Materi

      A. Pengantar

                Bila kita membicarakan kualitas pendidikan, maka kita tidak bisa lepas dari Madrasah sebagai system (kontek, input, proses, output dan out cames) Didalam suatu proses pendidikan unsur inti yang paling esensial adalah pendidik (guru) dan peserta didik (siswa) yang saling berinteraksi dalam situasi pedagogis untuk mencapai tujuan pendidikan. Tanpa kedua unsur ini yaitu pendidik (guru) dan peserta didik (siswa) tidak ada yang namanya pendidikan, Guru berperilaku mengajar dan siswa berperilaku belajar melalui interaksi belajar-mengajar dalam suasana pendidikan. Guru yang berperilaku mengajar secara profesional dan efektif akan menghasilkan perilaku belajar yang efektif dan pada gilirannya akan menghasilkan keluaran (hasil belajar) yang bermutu. Dalam kenyataan, kondisi ini belum terwujud karena baik guru maupun siswa belum memperoleh haknya selaku partisipan pendidikan. Guru belum memperoleh haknya untuk dapat mengajar secara profesional dan efektif, demikian pula peserta didik belum memperoleh haknya untuk belajar secara optimal dan efektif. Hal itu tercermin dari kondisi saat ini yang mencakup jumlah yang kurang sehingga harus bekerja melebihi lingkup tugasnya, mutu yang belum sesuai dengan tuntutan, distribusi yang kurang merata, kesejahteraan yang amat tidak menunjang, dan manajemen yang tidak kondusif.

         Peranan kepala Madrasah sangat menentukan untuk melakukan gerakan-gerakan peningkatan mutu pendidikan , atau mulai mereformasi penyelenggaraan pedidikan diMadrasah.

         Reformasi Madrasah atau scool reform mempunyai makna yang sangat luas bukan hanya terbatas pada pengelolaan Madrasah saja. Berubahnya paradigma pendidkan yang sangat mendasar, maka reformasi tersebut harus sudah selayaknya terjadi. Adanya perubahan dalam dunia  pendidikan merupakan suatu keharusan .untuk menjawab persyaratan   tuntutan kebutuhan, baik masyarakat. perkembangan  ilmu pengetahuan dan teknologi  dan tututan pendidikan itu sendiri.

                Pengembangan konsep reformasi Madrasah didasari pada konsep Madrasah sebagai masyarakat kecil  (mini society) yang direpresentasikan oleh karakter penghuninya yaitu para pengelola Madrasah, dalam konteks MPMBS mengarah pada Madrasah effekfif. Dalam hal ini peran Kepala Madrasah dan guru merupakan penggerak utamanya  atau sebagai penentu maju atau mundurnya kehidupan Madrasah.

                B. Fokus Materi

Materi yang dijadikan fokus dalam penyusunan action plan percepatan peningkatan mutu Madrasah, meliputi :

1).Kurikulum dan Pengeloaan proses belajar mengajar.

Kurikulum yang standar isi di buat oleh pemeritah berlaku secara  nasional, karena kondisi Madrasah sangat beragam maka dalam implementasinya  Madrasah dapat menegembangkan, memperdalam dan memperkaya dan memodifikasi dalam bentuk silabus mata pelajaran. Proses Belajar mengajar merupakan kegiatan utama Madrasah. Madrasah diberi kebebasan memilih strategi, metode dan tehnik-teknik pembelajaran dan pengajaran yang paling efektif sesuai dengan karakteristik  matapelajaran, karateristik siswa karateristik guru dan kondisi nyata sumber daya yang tersedia di Madrasah, Secara umum strategi/methode pembelajaran yang berpusat pada siswa akan lebih mampu memberdayakan pembelajaran siswa.

Kegiatan Belajar Mengajar sangat menentukan kualitas dari  tamatan, untuk itu hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran, meliputi :

  1. Kelengkapan dukumen kurikulum Permen 22, 23,dan 24
  2. Pemahaman terhadap kurikulum oleh : kepala Madrasah, wakil kepala Madrasah, para guru dan Komite Madrasah,
  3. Tersedianya  kalender akademik/pendidikan yang dibuat per semester
  4. Tersedianya program pembelajaran  tahunan dan persemester
  5. Tersedianya model satuan pelajaran melalui proses analisis materi dan program pembelajaran.
  6. Keterlibatan komite Madrasah dalam pengembangan pembelajaran
  7. Terciptanya pembelajaran  yang kondusif dengan kelengkapan meliputi: alat, , bahan, metode, media, keselamatan kerja dan  guru pembimbing yang terlatih.
  8. Adanya  program remidial dan pengayaan
  9. Tersedianya buku-buku yang cukup memadahi sebagai referensi bagi guru maupun siswa
  10. Tingkat keaktifan peserta didik atau cara belajar peserta didik aktif atau penggunaan  modul interatif
  11. Keterlaksanaan  evaluasi pembelajaran baik teori maupun praktek di laboratorium (harian, bulanan , semester )
  12. Pemanfaatan hasil evaluasi untuk peningkatan mutu pembelajaran

2). Administrasi dan Manajemen Madrasah

Kepemimpinan kepala Madrasah merupakan faktor utama yang dapat mendorong Madrasah agar dapat mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran Madrasah melalui program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap. Penerapan Manajemen berbasis Madrasah, dimana berbagai keputusan yang menyangkut kehidupan Madrasah khususnya tentang pembelajaran yang dapat diputuskan oleh Madrasah sendiri, hal yang perlu di perhatikan  antara lain:

  1. Pengembangan rencana Strategis (renstra)
  2. Penyusunan RAPBS
  3. Penyusunan Lakip
  4. Manajemen peningkatan mutu berbasis Madrasah
  5. Kinerja  kepala Madrasah.
  6.   Peraturan tentang penghargaan, perlindungan dan sangsi
  7. Pelibatan warga Madrasah dalam pengambilan keputusan
  8. strategis
  9.    Mengevaluasi pelaksanaan program kegiatan
  10.   Pogram tindak lanjut hasil supervisi
  11. Adanya daftar iventaris sarana prasarana
  12.   Administrasi keuangan, sarana parasaran,  perpustakaaan, laboratorium, kurikulum dan kesiswaan

3). Organisasi dan kelembagaan

Madrasah sebagai suatu sistem organisasi mempunyai struktur yang sesuai dengan kebutuhan program, dimana terdapat didalamnya uraian tugas yang lengkap dan jelas disertai dengan mekanisme kerja yang sederhana namun semua fungsi didalammya dapat berjalan dengan baik. Agar organisasi tersebut dapat berjalan sesuai dengan program yang diembannya maka diperlukan personalia yang cocok dan mampu menjalankan tugas-tugas yang diembannya.  Dalam  pengelolaaan organisasi Madrasah yang perlu diperhatikan,   antara   lain      meliputi:

  1. Adanya akta pendirian/ surat keputusan pendirian kelembagaan
  2. Memiliki hubungan kelembagaan dengan komite Madrasah
  3. Memiliki bagan / struktur organisasi Madrasah serta uraian tugas pokok dan fungsi
  4. Bagan/ struktur organisasi disusun sesui dengan beban kerja dan kebutuhan
  5. Penetapan pembagian kerja dan kewenangan yang jelas
  6.    Adanya peraturan khusus diluar peraturan pemerintah
  7. Menjalin kerja sama dengan lembaga lain/DUDI untuk mengembangkan Madrasah.

4). Ketenagaan

Pengelolaan ketenagaa mulai dari analisis kebutuhan, perencanan, rekrutmen, pengembangan, hadiah /penghargan Dan sanksi, hubungan kerja, sanpai evaluasi kinerja tenaga kerja Madrasah (guru, tenaga laboran, tenaga administrasi, pustakawanj teknisi dsb) dapat dilakukan oleh Madrasah kecuali yang menyangkut pengupahan/ imbal jasa. Rekrutmen PNS yang sampai saat ini  di tangani oleh Pemerintah pusat, adapaun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam ketenagaan Madrasah meliputi :

  1. Ratio jumlah guru dan siswa
  2. Kualikfikasi dan kompetensi guru
  3. Adanya nara sumber/ konsultan ahli dalam peningkatan SDM
  4. Tenaga Khusus bidang Bimbingan dan konseling
  5. Dukumen pengangkatan seluruh staf
  6.   Tenaga tata usaha deya pendukung lain
  7. Tenaga khusus untuk pelayanan ketatausahaan
  8. Kesesuaian tenaga tata usaha dengan bidang tugasnya
  9.   Tenaga khusus pustakawan, laboratorium.
  10.   Penjaga dan pembersih Madrasah
  11. Memberikan penghargaan dan perlindungan

5). Sarana dan Prasarana

Pengelolaan sarana dan prasarana/ fasilitas Madrasah seharusnya dilakukan oleh Madrasah, mulai dari pengadaan, pemeliharaan dan perawatan hingga sampai pengembangan, Hal ini didasarkan oleh kenyataan bahwa Madrasah yang paling mengetahui kebutuhan sarana/prasarana baik kecukupan, kesesuaian maupun kemutakhirannya, untuk itu diperlukan adanya:

  1. Data  analisis kebutuhan fasilitas meliputi : gedung, ruang, perabotan dan alat.
  2. Ketersediaaan infrastruktur meliputi : , air bersih, listrik, jalan dan alat komunikasi, pagar batas lahan,
  3. Ketersediaan gedung/ruang kepala Madrasah, wakasek, guru, tatausaha, laboratorium, kantin, gudang, pos jaga dan kantin
  4. Kelengkapan perpustakaan  meliputi : perabot, buku, komputer, internet, administrasi, katalog dan kartu peminjaman dll.
  5. Penataan/layout fasilitas sesuai dengan fungsi dan penggunaannnya.
  6.   Tingkat pemanfaatan gedung, perabot dan peralatan serta perpustakaan tiap semester
  7. Keterlaksanaan perawatan dan perbaikan terhadap insfrastruktur, gedung, perabot dan peralatan

6). Pembiayaan

Pengelolaan Keuangan, terutama pengalokasian/ penggunaaan keuanagan  sudah sepantasnya dilakukan oleh Madrasah. Hal ini juga didasari oleh suatu kenyataan bahwa Madrasahlah yang paling memahami kebutuhan sehingga desentralilasi pengalokasian /pengunaan uang sudah  seharusnya dilimpahkan ke Madrasah, mendatangkan ”penghasilan” (income generating activities) sangat dipelukan sehingga sumber keuangan tidak semata-mata tergantung dari pemerintah, peran komite Madrasah dan dukungan masyarakat sangat mentukan keberhasilan  dalam menggalang sumber dana. Hal-hal yang perlu di perhatikan dalam penggalian, pengalokasian dan penggunaan  sumber dana antara lain:

  1. Adanya dana yang memadahi tertuang dalam RAPBS.
  2. Sunber dana tambahan untuk mengembangkan program
  3. Mengalokasikan dana untuk program peningkatan mutu di luar biaya operasional
  4. Menyediakan dana untuk pengembangan kualitas pembelajaran
  5. Menyediakan dana untuk peningkatan profesionalitas guru
  6. Menyediakan anggaran untuk kreativitas guru
  7. Menyediakan dana  subsidi silang bagi siswa tidak mampu
  8. Mengalokasikan dana untuk kelebihan jam pelajaran, remidial dan pengayaan
  9. Pelaksanaan APBS sesuai dengan perencanaan yang telah di tentukan
  10. Laporan pertanggung jawaban keuangan tahunan dilaporkan secara terbuka.

7).Peserta didik

Peningkatan intensitas dan ekstensitas dalam pengelolaan dan pelayanan peserta didik mulai dari penerimaan siswa baru, pengembangan, pembinaan dan pembimbingan serta penempatan untuk melanjutkan Madrasah atau untuk memenuhi  persyaratan tututan dunia kerja sampai pada pengurusan alumni,  hal-hal yang perlu mendapat perhatian antara lain :

  1. peserta didik diperlakukan sebagai subyek bukan obyek
  2. kondisi peserta didik sangat beragam oleh karena itu diperlukan  tempat kegiatan yang beragam.
  3. Peserta didik akan termotivasi belajar apabila mereka menyenangi apa yang diajarkan.
  4. Pengembangnan potensi peserta didik tidak hanya menyangkut  ranah  kognitif saja tetapi juga afektif dan psykomotorik.
  5. Tata  tertib di buat bersama oleh warga Madrasah yang secara konsisten  dan konsekuen di laksanakan.
  6. Keterlaksanaaan bimbingan konseling dan bimbingan belajar.
  7. Keterlaksanaan kegiatan ekstrakurikuler.
  8. Keberhasilan mengikuti lomba-lomba baik akdemis maupun non akademis.
  9. Melakukan pembinaan OSIS, LDKS.
  10. Menggalang kerjasamaOSIS dengan orang tua dan unit-unit pembinan kepemudaan dan olah raga

                8). Peran Serta Masyarakat

Esensi  hubungan Madrasah dengan masyarakat adalah untuk meningkatkan keterlibatan, kepedulian, kepemilikan dan dukungan dari masyarakat terutama dukungan moral dan dukungan finansial, Dalam arti yang sebenarnya  hubungan Madrasah dengan masyarakat dari dulu sudah didensentralisasikan oleh karena itu perlu adanya peningkatan intensitas dan eksetensitas hubungan Madrasah dan masyarakat, Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  1. Komite Madrasah terdiri  dari guru, orang tua, peserta didik, tokoh masyarakat, DUDI dll.
  2. Keterlibatan Komite Madrasah dalam penyusunan RAPBS, PSB, program pembelajaran dan evaluasi serta pengembangan kurikulum Madrasah.
  3. Keterlibatan Komite Madrasah dalam mengupayakan penggalian dana untuk pembiayaan operasional Madrasah.
  4. Wadah alumni  diperdayakan untuk membantu  kelancaran pembelajaran.
  5. Kerjasama aparat keamanan polsek,koramil babinsa dll.
  6. Kerja sama dengan media cetak dan elektronik.
  7. Kerja sama dengan pemerintah daerah.

9). Lingkungan dan budaya Madrasah

 Madrasah memiliki lingkungan (iklim) belajar yang aman, tertib dan nyaman sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan nyaman. Karena itu Madrasah yang efektif selalu menciptakan iklim yang aman, nyaman, tertib melalui pengupayaan faktor-faktor yang dapat menumbuhkan iklim tersebut,  agar tertanam budaya mutu di sanubari semua warga Madrasah sehingga  setiap perilaku selalu di dasari oleh profesionalisme. Budaya mutu memiliki elemen-elemen sebagai berikut:

  1. Informasi kualitas harus digunakan untuk perbaikan, bukan   untuk mengadili/ mengkontrol.
  2. Hasil harus diikuti dengan penghargaan atau sangsi.
  3. Kolaborasi dan sinergi, bukan kompetisi harus untuk basis kerjasana.
  4. Warga Madrasah merasa aman
  5. Atmosfer keadilan harus ditanamkan.Warga Madrasah merasa memiliki Madrasah.
  6. Menerapkan program ketertiban, keiindahan dan kebersihan..
  7. Membangun hubungan harmonis sesama warga Madrasah. Adanya kegiatan untuk meningkatkan pembiasaan belajar,

5.  Metode

        Penyususnan Actoin Plan dilakukan melalui tahapan sebagai berikut.

  1. Penyusunan patok duga (benchmark)

Patok duga keberhasilan Madrasah adalah ukuran-ukuran yang digunakan sebagai acuan dalam menetapkan keberhasilan suatu kegiatan diMadrasah dengan cara mengidentifikasi komponen-komponen Madrasah, dianalisis kegiatan-kegiatan yang tercakup didalamnya. Setelah diperoleh daftar kegiatan, selanjutanya setiap kegiatan disusun kriterianya.

Penyusunan patok duga dapat dilakukan melalui berbagai cara, diantaranya dengan survey langsung keMadrasah unggulan, menampilkan para praktisi (unsur-unsur) Madrasah atau cara-cara lain lain yang dinilai efektif dalam menjaring informasi untuk keperluan patok duga.

  1. Analisis Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman

Analisis ini dimaksudkan untuk menemukan kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang ada pada Madrasah yang akan ditingkatkan mutunya.  Analisis dilakukan terhadap faktor internal dan eksternal Madrasah.

Pada tahap ini, peserta (penyusun action plan) dapat menggunakan metoda analisis SWOT. Hasil analisis akan digunakan sebagai dasar dalam menetapkan prioritas kegiatan yang perlu segera ditingkatkan  mutunya.

  1. Analisis kesenjangan (gap)

Analisis kesenjangan dilakukan terhadap hasil bencmark. Analissi dilakukan terhadap setiap kesenjangan yang muncul guna mengidentifikasi permasalahan-permasalahan yang ada,  kemungkinan faktor-faktor penyebabnya, serta mencari  alternatif solusinya

Analisis sebaiknya dilakukan bersama dengan para praktisi yang secara langsung terlibat dalam kegiatan-kegiatan keMadrasahan. Praktisi yang ada diMadrasah unggulan dapat dijadikan sebagai orang professional yang dapat dimintai komentar/tanggapan/masukan dalam menganalisis kesenjangan yang ada.

  1. Penetapan Target  (Ukuran Pencapaian)

Target  peningkatan mutu yang hendak dicapai suatu ditetapkan terlebih dahulu, sehingga seberapa besar peningkatan mutu yang diharapkan dapat diketahui  secara jelas. Dalam penetapan target perlu memperhatikan atau mempertimbangkan kekuatan, peluang dan ancaman yang kemungkinan akan dihadapi Madrasah. Target  yang hendak dicapai harus mudah diukur.

  1. Penyusunan action plan

Action plan merupakan rencana kegiatan yang akan dilakukan Madrasah sebagai upaya mengatasi permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam rangka peningkatan mutu Madrasah sesuai  dengan target yang telah ditetapkan. Action plan  disusun secara tim, yaitu melibatkan  semua unsur Madrasah yang terkait. Dengan cara ini mereka diharapkan dapat berpartisipasi atau ikut serta secara aktif dan bertanggung jawab terhadap keberhasilan pelaksanaan rencana kegiatan tersebut.

Untuk keperluan penyusunan action plan dapat digunakan format sebagai berikut .


6.  Kriteria Penyusunan Action Plan

Action plan yang disusun hendaknya mengikuti ketentuan SMART sebagai berikut :

1)     Specific artinya pokok masalah yang dijadikan program dalam penyusunan  action plan bersifat spesifik, jelas dan terfokus pada pencapaian tujuan.

2)     Measureable artinya program yang dipilih dapat diukur pencapaiannya

3)     Achieveable artinya program selain dapat diukur juga harus  dapat dicapai disesuaikan dengan berbagai kondisi diMadrasah.

4)     Realistics artinya program yang dipilih realitas tidak mengada-ada, sesuai dengan kebutuhan dan keadaan Madrasah dalam pencapaian hasilnya.

5)     Time Bound artinya jelas target waktu pencapaian dalam setiap step dan kegiatan.

7. Monitoring dan Evaluasi

        Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterlaksanaan dan ketercapaian tujuan implementasi action plan. Monitorin  dan Evaluasi dilakukan pada setiap tahapan pelaksanaan action plan. Hasil kegiatan monitoring dan evaluasi akan digunakan sebagai acuan dalam perbaikan/penyempurnaan action plan pada tahap berikutnya dan akan digunakan pula sebagai bahan acuan dalam perbaikan secara keseluruhan.

8 Responses so far.

  1. aagun says:

    what is this ? I don’t understand

    • kakang prabu says:

      Wawasan aja yang mudah-mudahan dalam melaksanakan kegiatan kegiatan kedepannya berdasarkan perencanaan yang matang, efektif efisien yang memiliki nilai kebermaknaan dan juga tingkat keberhasilannya dapat terukur…

  2. ida sayidah says:

    Mudah-mudahan ditahun – tahun yang akan datang MTs N Kota Bandung bisa GO PUBLIC menuju Madrasah Unggulan….We hope the best!!!

  3. ummialif says:

    Sebuah rencana tidak akan sempurna tanpa realisasi. Realisasi yang berkualitas adalah pelaksanaan yang diikuti dengan evaluasi.Evaluasi menjadi bahan penyempurnaan tahap berikutnya. Tanpa evaluasi, perencanaan dan realisasi akan kembali ke titik awal…nol… Transformasi ilmu antar pribadi yang sadar diri, sadar informasi,sadar instansi, akan mempercepat proses pencapaian tujuan sesuai dengan perencanaan.

    • kakang prabu says:

      Bismillah aja untuk memulai diawali dengan perencanaan yang matang untuk menata proses yang mengatur laksana hanya milik Alloh

  4. rokhayati says:

    semoga tidak hanya konsep, tapi action yang utama.

  5. mundir says:

    kebersamaan adalah kunci terlaksananya planing yang telah di susun.

  6. Acep says:

    mari beraksi………………….